

Harga perak (XAG/USD) diperdagangkan merosot tajam dalam kondisi volume yang tipis sebelum Tahun Baru pada hari Senin (30/12). Logam putih tersebut secara umum berada di bawah tekanan karena prospek Dolar AS (USD) tetap kuat pada ekspektasi bahwa siklus pelonggaran kebijakan moderat oleh Federal Reserve (Fed) pada tahun 2025 akan membuat imbal hasil Treasury AS tetap tinggi.
Imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun 0,5% pada sesi Eropa hari Senin tetapi masih hampir 15% lebih tinggi tahun kalender ini mendekati 4,60%.
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, bergerak lebih rendah tetapi secara umum tetap bergerak menyamping di sekitar 108,00.
Spekulasi pasar bahwa Fed akan mengikuti jalur penurunan suku bunga yang lebih lambat tahun depan berasal dari diagram titik terbaru bank sentral, yang menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan secara kolektif melihat suku bunga dana Federal menuju 3,9% pada akhir tahun 2025.
Sumber: Newsmaker.id
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundament...
Harga emas melemah pada perdagangan terbaru, tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, seiring investor mencerna data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Sent...
Perak (XAG/USD) hari ini terkonsolidasi di sekitar $78,05/oz (real-time), setelah volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Area ini menunjukkan pasar "menahan napas" karena pelaku pasar menung...
Harga emas turun pada perdagangan terbaru seiring investor memilih ambil untung setelah reli sebelumnya, sambil menunggu kepastian dari data ekonomi Amerika Serikat. Fokus pasar kini tertuju pada ril...
Harga Brent Oil relatif turun karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan akhirnya konflik Rusia‘Ukraina. Jika perang mereda, ekspor minyak Rusia yang selama ini dibatasi sanksi bisa kembali masu...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fears of imminent supply disruptions. Brent fell...
Saham Hong Kong langsung tancap gas pada Senin pagi. Indeks Hang Seng naik 488 poin atau sekitar 1,8% ke level 27.051, memantul setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Sentimen ikut ketarik dari Wall Street. Reli pada Jumat bikin Dow Jones...